Sunday, 17 February 2019

*DANA HAJI DARI MASA-KE-MASA* *SEBELUM JOKOWI*

*DANA HAJI DARI MASA-KE-MASA*

*SEBELUM JOKOWI*

*Masa lalu : Titipan dan a haji disimpan di bank dan Kemenag. Bank memutarnya di berbagai instrumen investasi (SBSN, SUN, Depostio, ..). Terjadi megakorupsi, ketika bank menyuap oknum Kemenag, untuk dipilih sebagai tempat.*

*Masa SBY1 : Dana haji masih di bank dan di Kemenag. Mulai disadari risikonya, karena Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hanya menjamin simpanan hingga Rp 2M, kalau bank bangkrut. Korupsi Kemenag terbongkar. Berkembang pemikiran baru.*

*Masa SBY2 : Karena menurut UU, Kemenag tidak boleh berinvestasi, hanya Kemenkeu yang boleh, maka pada 2010 dibentuk Sukuk Dana Haji Indonesia (SDHI) di bawah Kemenkeu. Ragam investasi Dana di SDHI bisa lebih luas, tapi tetap dengan syarat aman, sesuai syariah, dll.*

*Semua langkah di atas dan di bawah, sepenuhnya dilakukan demi kebaikan. Investasi bisa dilakukan secara lebih terarah, keuntungannya bisa digunakan untuk membeli pesawat haji, membangun asrama haji, mendanai pembuatan tikar-tikar Tasik untuk alas haji, dll.*

*MASA JOKOWI*

*Masa JKW : Pertama kali JKW memimpin penyelenggaraan haji pada 2015, biaya haji diturunkan sebesar 15,6%, sehingga Indonesia yang termahal di ASEAN, menjadi termurah. Ini bisa dilakukan, karena a.l. transparansi yang sudah dimulai SBY, diperkuat luar biasa.(*) 

*Pada 26/7/2017, Jokowi melantik pengurus Badan Pelaksana Pengelola Keuangan Haji (BPKH), dengan tanggung jawab untuk mengelola dana haji secara lebih transparan lagi. Dana haji yang sudah diinvestasikan lewat SDHI, termasuk untuk infrastruktur sejak 7 tahun lalu, diharapkan bisa dikelola secara lebih terbuka dan efisien.*

*Apakah dana haji boleh digunakan untuk infrastruktur? Bukan hanya karena MUI dan DPR menyatakan boleh, tapi juga UU No 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji yang disahkan di masa SBY, menuliskan dengan jelas bahwa dana haji bisa diinvestasikan di berbagai tempat asalkan aman, dst.*

*Investasi untuk infrastruktur, asalkan betul-betul infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat, adalah investasi yang sangat aman. Sebagai contoh, kalau dijadikan jalan tol, maka jalan tol itu tidak mudah lenyap. Jalan itu akan terus mengalirkan uang dari penggunanya. Bahkan untuk jalan tol di luar P. Jawa, yang katanya pasti merugi (karena itu pemerintah sebelumnya sedikit sekali membangun di luar Jawa), kerugian itu hanya untuk 1-2 tahun pertama, setelah itu akan untung. Mengapa? Karena pembangunan infrastruktur akan menggerakkan roda perekonomian di daerah itu.* 

*PENUTUP*

*Mengapa Jokowi menjadi Presiden yang seolah berbuat zalim oleh sebagian rakyat dunia medsos? Padahal kenyataannya, Jokowi adalah Presiden yang paling tidak bisa mentolerir orang yang menerima uang tanpa kerja keras? Karena dunia medsos gampang sekali digunakan untuk menyebar kebohongan dan fitnah oleh mereka yang kehilangan rasa nyamannya akibat aliran uang korupsi terhenti.*

*Rakyat kebanyakan yang tidak tersentuh medsos, malah semakin percaya kepada Jokowi. Kepercayaan ini bukan diukur dari poling oleh lembaga nasiolnal (yang bisa dituduh dibayar Jokowi), tapi oleh lembaga internasional sekelas OECD yaitu lembaga di bawah PBB. Menurut OECD, saat ini Indonesia adalah negara yang tingkat kepercayaan masyarakatnya tertinggi di dunia.*

*Bukan hanya masyarakat Indonesia yang percaya kepada Jokowi, hingga 80% (menurut OECD). Masyarakat internasional juga meningkat kepercayaannya kepada Indonesia. Bisa di-search di Internet, saat ini pertumbuhan FDI (Foreign Direct Investment) di Indonesia menempati nomor 4 tertinggi di dunia.*

*Mengapa itu terjadi? Karena sejak Jokowi, prinsip PBB sejak 2015 digunakan dengan ketat yaitu "no one left behind". Pembangunan di luar Jawa, yang selama ini selalu dilewatkan karena tidak menguntungkan, dilakukan secara besar-besaran di masa Jokowi. Perbatasan darat Indonesia dengan Malaysia, Timor Leste, dan Papua Nugini saat ini jauh lebih baik dibanding sisi negara tetangganya, yang di masa sebelum Jokowi, foto kantor imigrasi di perbatasan itu terllihat hampir runtuh.*

*Mengapa banyak pemerintahan tidak tertarik untuk terlalu fokus pada pembangunan infrastruktur? Karena ada risiko, dampak positifnya baru terlihat pada masa kepemimpinan presiden berikut. Karena sumbangannya pada "keterpilihan" rendah. Karena ada infrastruktur yang baru memberikan dampak luar biasa setelah 10-20 tahun.*

*Muhamad AM*

*Penguatan transparansi dana haji, sejalan dengan pesan kuat di awal pemerintahan JKW kepada seluruh bupati dan walikota se-Indonesia, agar lebih kuat menerapkan clean government*

*Karena itu, di berbagai kota di Indonesia, pungutan liar untuk layanan terhadap masyarakat banyak yang lenyap bagai ditelan bumi.*

*Sebagai contoh, urusan jual-beli tanah yang biasanya melibatkan pungli di Kecamatan sebesar Rp 1-2 juta, banyak yang berubah menjadi Rp 0. Demikian juga urusan pemakaman di Jakarta, dll., biayanya menjadi Rp.0*

*@@@*

Monday, 4 February 2019

Perayaan Tahun Baru Imlek


Jakarta, nusantarapos.co.id – Banyak orang keturunan Tionghoa Buddhist setelah beralih memeluk agama lain seperti Kristen, Katolik, Islam, Hindu ataupun tidak beragama. Tidak lagi mau merayakan Imlek dengan mengatakan kalau mereka bukan lagi Buddhist.
"Statement ini seolah-olah mengimplikasikan bahwa Imlek adalah hari Buddhist. Imlek sesungguhnya bukan hari Buddhist jadi setiap orang keturunan Tionghoa apapun agamanya boleh merayakannya," demikian diungkapkan C. Suhadi advokat senior sekaligus warga keturunan Tionghoa, Minggu (4/2/2019).

Suhadi mengatakan Buddhisme masuk ke daratan Tiongkok pada tahun 65 Masehi dibawa oleh 2 (dua) orang Bhiksu dari Asia Tengah yang bernama Bhiksu Kasyapa Matangga dan Bhiksu Gobarana.
"Pada saat Buddhisme masuk ke daratan Tiongkok 1952 tahun yang lalu, di daratan Tiongkok sudah ada 2 (dua) ajaran yang dianut oleh warga setempat yaitu Taoisme dan Konfusianisme," katanya.
Meskipun sudah ada dua ajaran, lanjut Suhadi, Buddhisme tidak saling bersinggungan dengan dua ajaran setempat, malah diterima dengan tangan terbuka oleh masyarakat di sana. Sehingga terjadilah sinkretisme (percampuran tiga ajaran) yang kita kenal sekarang sebagai Sam Kaw (tiga ajaran).
"Pada saat itu, awal Buddhisme masuk ke daratan Tiongkok,1952 tahun yang silam, masyarakat Tiongkok sudah merayakan Imlek selama 2763 tahun. Jadi di tahun 2019 ini adalah Imlek yang ke 4570," ujarnya.
Dari sejarah ini, tambah Suhadi, kita bisa menyimpulkan bahwa Imlek bukan hari Raya Buddhist. Karena Imlek pertama kali dirayakan pada 4715 SM, tahun yang silam sejak dinasti awal-awal Imlek dirayakan untuk menyambut datangnya musim semi, saat itu masyarakat Tiongkok hidup dari bercocok tanam dan selama datangnya musim dingin. Mereka tidak bisa beraktifitas di ladang mereka selama beberapa bulan. Maka ketika musim semi tiba mereka menyambutnya dengan suka cita, karena bisa kembali beraktifitas di ladang mereka. "Datangnya musim semi ini mereka rayakan sebagai Tahun Baru Imlek dan mereka mengucapkan Sin Chun Kiong Hi (selamat datang musim semi)," urainya.
Menurut Suhadi, banyak orang keturunan Tionghoa di Indonesia mengatakan Imlek tahun ini adalah Imlek yang ke 2570. Maka dari itu, Imlek 2570 bukan lah Imlek yang dihitung sejak jaman dinasti Xia/He. Akan tetapi Imlek 2570 adalah Imlek yang dihitung sejak tahun kelahiran Confusius (Nabi Kong Hu Cu). Dimana Confusius lahir pada tahun 551 SM. penetapan tahun kelahiran Confucius sebagai tahun pertama kalender Imlek oleh kaisar Han Wu Di (dinasti Han) karena Confucius yang telah berjasa meluruskan kembali sistem penggalan di Tiongkok.
Confucius hidup pada masa pertengahan dinasti Zhou (pada zaman Chun Qiu tahun 551-479 S.M). Suatu ketika Beliau menganjurkan agar dinasti Zhou kembali menggunakan kalender dinasti Xia yang menetapkan tahun barunya pada awal musim semi, karena cocok dijadikan pedoman oleh para petani. Tetapi nasihat beliau baru dilaksanakan pada masa dinasti Han (140-86 SM.) oleh kaisar Han Wu De pada tahun 104 SM. Sejak dinasti Han itu, kalender Xia yang sekarang kita kenal sebagai kalender Yinli diterapkan kembali sampai sekarang ini.
Sebagai penghormatan kepada Nabi Kongzi perhitungan tahun pertama kalender Yinli ditetapkan oleh Kaisar Han Wu Di, dihitung mulai tahun kelahiran Nabi Kongzi (551 SM., sebagai tahun pertama Yinli). Itulah sebabnya kalender Yinli lebih awal/lebih tua 551 tahun dibandingkan dengan kalender Masehi. Jika kalender Masehi bertahun 2019, maka kalender Yinli bertahun 2570 (penjumlahan tahun masehi 2019 dengan tahun kelahiran Nabi Kongzi 551).
"Walau sesungguhnya masyarakat Tiongkok hingga saat ini telah merayakan Imlek sekian ribu tahun silam, tentunya tidak banyak mengalami perubahan terutama dihari-hari raya besar yang tergabung dalam penanggalan Imlek. Seperti Cap Go Me, Ceng Beng/Qing Ming, Twan Yang/Duan Yang, Tong Ciu/Zhong Qiu, dan Thang Cue/Dongzhi. Han ini tidak dapat dilepaskan dari penggalan Imlek," ungkapnya.
"Dan tulisan ini adalah dalam rangka meluruskan berita yang mengklaim hari Raya Imlek adalah hari raya Buddhis. Tanpa bermaksud untuk melarang sebuah perasaan besar dibkalangan masyarakat Tionghoa," lanjutnya, sambil berkata selamat merayakan Tahun Baru Imlek, 1 Cia Gwee 2570.
Gong Xie Xin Nien , Wan Shi Ru Yi.

Saturday, 26 January 2019

Kontras-sebut-bebasnya-Ahok-momentum-hapus-pasal-156a


 Jakarta, CNN Indonesia -- _Komisi_ untuk _Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan_ (KontraS) menyatakan _bebasnya mantan Gubernur DKI Jakarta *Basuki Tjahaja Purnama* alias *Ahok* merupakan momentum *menghapus pasal 156a KUHP* tentang penodaan dan atau penghinaan agama dalam rumusan RKUHP._

Koordinator KontraS, *Yati Andriyani* mengatakan _pasal tersebut *tidak memiliki penjelasan kualifikasi* sebuah *penistaan agama* dan *parameter yang jelas*_. 

_Imbasnya,_ 
*Tafsir sangat subjektif* dan *rentan digunakan* untuk *mengkriminalisasi seseorang.*

_"Ini momentum dalam merefleksikan penggunaan pasal penodaan agama yang sudah menjerat banyak orang,"_ ujar Yati dalam keterangan tertulis, _Jumat (25/1)._



Lihat juga: 
_Mengunci Ahok menjadikan *Langkah Selamatkan Jokowi-Ma'ruf*_

Yati menuturkan pemenjaraan terhadap Ahok _menjadi pengingat bagi masyarakat_ dan _penyelenggara negara_ *bahwa siapapun dapat menjadi korban kriminalisasi* dari *pasal tersebut.*

KontraS mencatat, sejumlah orang yang pernah dipidana akibat pasal tersebut, yakni *Lia Eden, Tajul Muluk, Ahmad Musadeq, Yusman Roy, Mangapin Sibuea, hingga Meliana*

Lebih lanjut, Yati membeberkan pertimbangan hakim di pengadilan dalam menjatuhkan vonis penjara kepada terdakwa kasus penodaan agama ditafsirkan dengan luas, _mulai dari larangan mengeluarkan pernyataan yang dianggap menghina sebuah agama_ sampai _larangan untuk menyebarkan kepercayaan yang dianggap sesat._

_"Dengan subjektivitas dalam penggunaan pasal 156a KUHP tentang penodaan agama maka *sudah sepatutnya momentum 'nasionalisasi' hukum pidana Indonesia* dalam RUU tentang KUHP *digunakan oleh pemerintah bersama DPR* untuk *mengevaluasi* penerapan pasal penodaan agama,"_ ujarnya.

Di sisi lain, Yati menyampaikan KontraS mencatat _kasus pelanggaran terhadap kebebasan beragama, berkeyakinan,_ dan _beribadah_ (KBB) selalu *mendominasi peristiwa pelanggaran-pelanggaran terhadap hak sipil* dan politik di masyarakat.

Pada periode _2014-2018_, Yati berkata, setidaknya _terdapat *488 kasus* pelanggaran terhadap KBB,_ dengan jumlah korban mencapai *896* peristiwa. 
Sementara pelaku pelanggaran kebebasan beribadah dan berkeyakinan, lanjut Yati, terdiri dari *sipil, ormas, hingga aparat penegak hukum, serta pemerintah.*

_"Kami juga mencatat setidaknya ada *empat kebijakan diskriminatif* yang dapat mendukung praktik-praktik intoleran,"_ ujar Yati.

Adapun motif dasar yang mendominasi berbagai peristiwa itu, kata Yati, adalah *agama dan politik.* 
Motif agama tersebut sangat _masif digunakan individu maupun ormas tertentu_ *dalam melakukan upaya persekusi.*

Yati merinci, 
_upaya persekusi atas motif agama_ dimulai dari seperti _*pelarangan ibadah minoritas tertentu*_ yang berujung dengan *intimidasi, penyegelan tempat ibadah, pelarangan aktivitas* atau *kegiatan keagamaan, pengusiran paksa, stigmatisasi,* hingga *tindakan buruk* serta *diskriminatif lainnya.*

*Siapa bilang bangsa ini toleran, rukun dan damai!?*

_Itu cuma omong kosong!!_

Edit.
C.310

Monday, 14 January 2019

Trisya Suherman Pimpin Pengusaha Dukung Jokowi

  • Trisya Suherman Pimpin Pengusaha Dukung Jokowi

Trisya Suherman Pimpin Pengusaha Dukung Jokowi

Sunday, 13 January 2019
 
Written by  Admin Web 6
Trisya Suherman Pimpin Pengusaha Dukung Jokowi
40
 
 
 
 
 

ArtisNews Jakarta, Trisya Suherman pengusaha Spa Bambu yang selama ini tidak terlibat di politik praktis dengan bulat hati memimpin GK Pengusaha untuk mendukung Jokowi. Sang Ketua Umum CEO Indonesia ini mengatakan dukungannya kepada Jokowi karena rasa cinta dan sayangya kepada Presiden ini. Rasa cinta dan sayang itu karena prestasinya sebagai presiden mampu memimpin Indonesia meraih berbagai keberhasilan dan kemajuan.

AYO...Jalan Jalan ke Labuan Bajo, Pulau Padar dan Komodo

Para pengusaha bersatu untuk memenangkan Jokowi sebagai Presiden untuk yang kedua kali. Berbagai elemen masyarakat hadir berkumpul dan bersatu dalam acara yang dikemas bersama masyarakat disabilitas , tokoh agama sekalian melaksanakan Doa bersama.
Nama nama pengurus GK Pengusaha yang dideklarasikan tadi siang adalah: Ketua Umum : Trisya Suherman, S.E, Dipl. Cidesco, Wakil Ketua : Rudi Sembiring Meliala, Sekretaris : Jeffry Yunus, Bendahara : Melissiana Dharmawati, KepalaBidang Banking &Finance : Dharmawan, IT : Soegiharto Santoso danKevin Wu, Media Sosial : Juanda, Media Humas : AsterTheresia Sitohang Alung, Keamanan : Enrique R Andreas Adjie Pangestu, Multimedia : Helmy Saleh Edward Chang, Otomotif : Chrsitopher, Bisnis Online : Basuki Surodjo, Retail : Wirry Tjandra, Food & Beverage : Valentino Ivan, Anggota : semua sahabat Pengusaha Pendukung, Dewan Pengarah : Ibu Dr. Hj.Dewi Motik Pramono, M. Si. Ibu Sri Andini , S. H., Ketua bidang IPP Ibu Rr. Dewinta Pringgodani, S.H., M.H. Ibu Anna Mariana, S. H., M. H.,MBA Bpk. Peter Leansyah Bpk. Thomas Sugiarto
Kegiatan deklarasi para pengusaha yang mendukung Jokowi ini dilaksanakan apda 13 Jan 2019 di  D'Cost VIP Jakarta. (Megi Ginting)

Tuesday, 1 January 2019

KENAPA ZAMAN JOKOWI BANGUN JALAN TOL LEBIH CEPAT

KENAPA ZAMAN JOKOWI BANGUN JALAN TOL LEBIH CEPAT

Senang melihat isi timeline penuh dengan teman-teman yang mengunggah video perjalanan liburannya ketika melewati tol baru.

Lebih senang lagi melihat teman yang celoteh gembira karena di daerahnya baru pertama kali ada jalan tol. Juga teman yang daerahnya sejak dulu ada rencana jalan tol tapi baru diselesaikan sekarang.

Ada pertanyaan yang bagus, "Kenapa di era Jokowi pembangunan jalan tol lebih cepat daripada era sebelumnya?"

Pembangunan tol di era sebelumnya memakai sistem PPP atau Public Private Partnership, sekarang lebih dikenal dengan nama KPBU atau Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha.

Simpelnya begini. Pemerintah sebelumnya punya rencana untuk bangun jalan tol dari titik A ke titik B. Nah, karena tidak punya uang, rencana ini dilelang ke swasta atau badan usaha. Pemenang lelang kemudian punya hak membangun jalan tol dan menerima pendapatan hasil tol sebagai keuntungannya selama 30 tahun. Baru kemudian jalan tol itu diserahkan ke pemerintah sebagai pemilik lahan.

Tapi rencana ini tidak sebagus hasilnya. Perusahaan swasta yang sudah menang lelang belum tentu berhasil membangunnya. Karena mereka menang lelang mungkin dengan model menyogok padahal mereka gak punya uang. Akhirnya, hasil lelang ini mereka jual lagi ke perusahaan swasta lain yang belum tentu juga punya uang.

Jadi begitulah cerita tol Becakayu sejak tahun 1996 dan baru mulai dibangun Jokowi tahun 2017. Juga tol Bocimi yang sudah ditetapkan sejak 1997, baru dibangun Jokowi tahun 2015.

Jokowi membalik sistem yang ada.

Ia membangun jalan tol dulu. Sebagian yang sudah punya swasta seperti Becakayu dan Bocimi, ia beli melalui BUMN. Lalu ia bangun dengan kecepatan tinggi. Dari mana uangnya? Tentu dengan utang.

"Wah, utang?? Itu membebani rakyat. Rakyat kan tidak makan aspal...."

Inilah bedanya pemikiran pengusaha dan rakyat biasa. Jokowi adalah pengusaha, jadi dia berani mengambil keputusan, tidak ngambang. Dan dia sudah berhitung matang.

Lihat ini. Sesudah tol selesai, ia jual saham konsesi tol selama 30 tahun itu ke swasta. Tentu dengan harga lebih mahal, karena tol sudah selesai dan siap beroperasi menghasilkan uang. Pengusaha senang karena membeli barang yang sudah jadi, tidak perlu pusing urusan pembebasan lahan, izin dan tetek bengek lainnya.

Ketika saham terjual, otomatis utang yang tadinya dipakai untuk bangun jalan tol terbayar. Selesai, kan ?

Jadi jangan melihat utang itu sebagai beban, tetapi lihat dari sisi peluang. Dengan adanya jalan tol, transportasi lancar dan ekonomi sekitar juga berkembang. Harga barang bisa lebih murah karena tidak ada kemacetan.

Nah, kalau ada janji Sandiaga Uno akan bangun tol tanpa utang, itu sama saja mundur ke sistem masa lalu. Yang ada akhirnya mangkrak, mangkrak dan mangkrak. Pembangunan tidak jalan, ekonomi tersumbat dan serapan tenaga kerja kurang. Seperti kata Ahok, "Saya gak mau berbohong hanya karena pengen jadi Gubernur...."

Butuh keberanian untuk membangun Indonesia, bukan hanya modal joget-joget saja terus bicara bahwa Haiti ada di Afrika. Itu bukan macan Asia, tapi macan Haiti tampaknya.

Paham kan?

Monday, 31 December 2018

Rupiah Menguat di Akhir tahun 2018

Rupiah benar-benar eksepsional di perdagangan hari terakhir 2018. Tidak hanya dolar AS, rupiah pun menyapu bersih Asia dan Eropa. 

Pada Senin (31/12/2018) pukul 11:08 WIB, US$ 1 di pasar spot diperdagangkan Rp 14.455. Rupiah menguat 0,69% dibandingkan posisi penutupan pasar akhir pekan lalu. 

Mata uang utama Asia juga sebagian besar mampu menguat terhadap dolar AS. Namun rupiah menjadi spesial, karena penguatan 0,69% membawa mata uang Tanah Air menduduki puncak klasemen Asia. 

*#2019JokowiPresiden*

Two Mining Companies Among Georgia’s Major Electricity Consumers

Forget Bitcoin and buy-to-let! This is where I’d invest in 2019

Saturday, 29 December 2018

Kenapa Parpol ramai2 beralih mendukung pasangan Jokowi Maaruf

JOKOWI dan Jajarannya TERBUKTI tangguh sejak 2014 berhasil menegakkan NKRI yang berideologi Pancasila Bhineka Tunggal Ika, UUD45 dan membangun secara adil dan merata keseluruh NKRI. Meskipun selalu diganggu Neo Orde Baru Dan Peliharaanya yang sebetulnya berniat makar terhadap PRABOWO.

*Parta2 yang menampakkan diri mendukung PRABOWO sudah sadar. Kalau PRABOWO Presiden, dia akan memerintah 10 tahun. SANDI jadi Presiden berikutnya 10 tahun.           Partai pendukung PRABOWO SANDI harus nunggu 20 tahun untuk bisa ada peluang jadi Capres.*

*Jadi yang bukan Partai Gerindra, kadernya yang cerdas akan mencoblos JOKOWI MA'RUF AMIN.*
Hitungannya, JOKOWI hanya lima tahun. Kiyai MA'RUF AMIN tidak akan men Capres 2024.

Jadi 2024 semua partai sudah bisa beradu memenangkan Capres masing2.
*Jadi ngapain 2019 Partai2 dukung PRABOWO.!!!*

*Prabowo Dinilai Berbohong Soal Pengejaran Panglima GAM dan Pesawat Seulawah*

28 Desember 2018

*Prabowo Dinilai  Berbohong  Soal Pengejaran Panglima GAM dan Pesawat Seulawah*

Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto mengisahkan konflik bersenjata di Aceh pada tahun 90-an lalu. Saat itu Prabowo berpangkat Letjen menjabat Panglima Kostrad.

_Dia mengaku memburu Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Muzakir Manaf yang akrab disapa orang Aceh dengan panggilan Mualem. Sebaliknya, kata Prabowo, Muzakir ingin menembak bahkan menculiknya untuk dihabisi._

_" Tidak ada orang membayangkan bagaimana Panglima GAM dan Panglima Kostrad bisa jadi satu, saya juga tidak mengerti. Saya selalu cerita, saya bingung karena dulu beliau saya kejar-kejar dan beliau pun selalu kejar-kejar saya. Begitu ketemu kita saling pelukan, habis itu selesai," kata Prabowo saat berkunjung di Aceh._

Ketua Arus Baru Indonesia (ARBI Aceh) Helmy N Hakim menyatakan Prabowo mengeluarkan pernyataan *hoaks* terkait peristiwa itu.
Helmy menguraikan bagaimana Prabowo bisa memburu Mualem dan sebaliknya.

Menurutnya, Prabowo diberhentikan dari tentara tahun 1998.

Sedangkan Mualem dilantik menjadi Panglima GAM pada 2002, setelah Panglima GAM, Teungku Abdullah Syafie Syahid ditembak oleh TNI di Jimjiem Pidie Jaya pada Januari 2002.

"Ini *hoaks* sejarah yang ditiup ke rakyat Aceh," katanya, Jumat (28/12).

"Jadi kapan Prabowo memburu Mualem ? 
Sebab, ketika Mualem jadi Panglima GAM , Prabowo sudah berstatus dipecat dari tentara.

Jika yang dimaksud Prabowo memerintahkan Kopassus dalam operasi-operasi tertutup dalam DOM yang telah mengorbankan ribuan rakyat Aceh, itu sangat mungkin," imbuhnya.

Dia melanjutkan, Prabowo juga *berbohong*  bahwa ayahnya terlibat dalam pembelian pesawat Seulawah yang didanai oleh rakyat Aceh.

_Prabowo menjelaskan saat proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta, Soemitro Djojohadikoesoemo sering pulang pergi ke Provinsi Aceh untuk menggalang dukungan dari masyarakat setempat._

Menurutnya , saat itu rakyat Aceh secara sukarela mengumpulkan emas, gelang , perhiasan dan batu-batu berharga untuk membeli pesawat terbang pertama untuk Indonesia yang diberi nama Seulawah.

"Dalam sejarah pembelian pesawat Seulawah tidak pernah ada nama Soemitro. Apalagi ikut menggalang dana.
Sebab yang menggalang dana dilakukan oleh Abu Beureueh, GASIDA dan lain-lain.

Kami minta Prabowo harus belajar sejarah lagi. Jangan hanya untuk tujuan menggalang suara di Aceh dengan menyebar *hoaks* tentang sejarah Aceh," tandasnya.

Friday, 28 December 2018

Amerika Menuju Resesi

Amerika menuju resesi
(Ekonomi dan Politik)

Bulan maret 2018 Gary Cohn mengundurkan diri sebagai Ketua Dewan Penasehat Ekonomi Nasional Pemerintahan Donald Trump.

Setelah itu Saya menulis di blog tentang Trump telah melakukan kesalahan yang fatal dalam kebijakan Ekonominya.
Masa depan AS suram.
Tulisan Saya itu di sikapi sinis oleh blogger yang menulis komen lewat email.
Minggu berikutnya keputusan Cohn berdampak terhadap imbal hasil (yield) Obligasi Pemerintah AS, US Treasury.
Nilai tukar Dollar AS melemah 0,5%.
Ada pun indeks S&P 500 anjlok 1,1%.
Imbal hasil US Treasury 10 Tahun jatuh lebih dari 4 basis poin menjadi 2,84%.

Siapa Gary Cohn?
Dia adalah adalah jenis Investment Banker.
Dia pernah menjabat selama 10 Tahun sebagai CEO Golman Sachs.
Ketika Tahun 2008 terjadi krisis Wallstreet, Golman Sachs termasuk Perusahaan yang menjadi jaring pengaman bagi Pemerintah AS.

Cohn adalah seorang Kader Partai Demokrat.
Namun dia berbeda pemikiran dengan Partainya.
Ketika masa Kampanye Pilpres AS, dia bergabung sebagai Tim Sukses Trumps.
Berharap bila Trumps terpilih sebagai Presiden, AS bisa menerapkan prinsip-prinsip Ekonomi yang ramah bagi Dunia Usaha.
Ia membantu Trump menyusun kebijakan-kebijakan Ekonomi yang ber-orientasi kepada sektor real yang tangguh.
Namun ternyata mimpinya kandas.
Ketika Trump melakukan tindakan pragmatis mengatasi defisit Perdagangan dengan menaikan Tarif Impor terhadap komoditas tertentu.
Ini tentu memicu Perang Dagang secara luas.
Terbukti sampai kini keadaan Ekonomi AS semakin sulit.
Bahkan berdampak secara Global.

Kini Trump berseteru dengan Gubernur Bank Central.
Trump berniat memecat Jerome Powell.
Alasan-nya karena The Fed telah menaikkan Suku Bunga Acuan sebesar 25 basis point menjadi 2,25%-2,5%
Selain itu the Fed juga memberikan sinyal bahwa kenaikan untuk Tahun depan hanya 2 kali lagi, dari 3 kali menurut konsensus para Pelaku Pasar Finansial Global.
Sementara Trump bersikeras agar the Fed tidak menaikkan Suku Bunga.
Ini membuktikan kebijakan Makro dan Fiskal AS amburadul.
Tidak mencerminkan bagaimana kebijakan Ekonomi sesungguhnya.

Trump cenderung berpikir ke arah Geopolitik atau ke Politik Internasional.
Tidak murni Ekonomi.
Padahal seharusnya ia tahu keputusan untuk tidak menaik-kan Suku Bunga Acuan akan memperburuk kondisi perekonomian AS yang semakin MENURUN hingga dibawah 3% di akhir Tahun ini.

Seorang Teman Analis di AS mengatakan kondisi saat ini mirip dengan kondisi 2007-08.
Gelombang Nasionalisme Populis yang dipelopori oleh Presiden AS merusak kekuatan Spirit Bangsa AS.
Dunia Saya hancur berantakan saat jatuhnya keuangan 2008.
Karier Saya selama 30 Tahun di bidang keuangan jatuh berantakan.
Dan keangkuhan berubah menjadi kerendahan Hati.
Saya kembali ke Jalan dan mencari Pekerjaan baru.
Beberapa mengatakan Saya seharusnya melihat masa depan.
Ya...
Tapi itu membuat sedikit membantu Saya untuk berubah.
Satu dekade setelah keruntuhan Lehman Brothers, bisakah itu terjadi lagi?
Ya...
Itu bisa.
Dan Dunia tampaknya tidak siap dengan lebih baik.
Ada Badai datang dan kita semua berdiri dalam BAHAYA.
China dan Negara lain tidak akan terhindar dari pertumpahan Darah Ekonomi akibat kebijakan Trumps.
Tahun depan adalah Tahun-tahun TERSULIT bagi AS.
Diperkirakan pertumbuhan akan mencapai tidak lebih 3%.

Makanya...
Saya sempat bingung karena Team Ekonomi dari "PRABOWO SANDI" ter-inspirasi dengan konsep Ekonomi AS.
Kalau AS saja dengan resource yang begitu besar, dapat KACAU dalam 4 Tahun di Tangan seorang Trump.
Gimana dengan INDONESIA?
Saya yakin kalau PRABOWO SANDI jadi Presiden tidak butuh 4 Tahun.
3 Tahun Ekonomi INDONESIA terpuruk JATUH lebih parah dari tahun 1998.
Bahkan TERBURUK dalam Sejarah.
Mengapa?
Di Tangan PREDATOR kehancuran itu tidak butuh lama.
Apalagi Tahun depan semua Negara bersiap-siap menghadapi Badai Resesi Dunia melanda.

Hanya sekelas JOKOWI yang sudah TERBUKTI mampu mengatasinya.

-Erizeli J Bandaro-

Sunday, 23 December 2018

Tanggapan Vice Presiden China Islamic Association terkait Issue Muslim.Uighur.

HENTIKAN PEMBODOHAN PUBLIK LEWAT POLITISASI ISU UIGHUR!
BARU SAJA DI BULAN SEPTEMBER 2018 YANG LALU KETUA PP MUHAMMADIYAH HAIDAR NASHIR BERTANYA TENTANG UIGHUR KEPADA VICE PRESIDENT CHINA ISLAMIC ASSOCIATION. DAN INI JAWABANNYA.

BEIJING, Suara Muhammadiyah – Kondisi kehidupan umat muslim Tiongkok khususnya muslim Uighur (China Bagian Barat),  yang dikabarkan melalui berbagai media mendapatkan perlakuan tidak adil dan diskriminatif oleh pemerintah setempat,  dibantah oleh Vice President China Islamic Assosiation, Abdullah Amin Jin Rubin.

Menurutnya, kehidupan umat muslim,  baik di Tiongkok secara keseluruhan maupun di Uighur, memiliki kebebasan yang sama dan perlakuan pemerintah yang baik.

"Di Tiongkok terdapat 5 agama,  dan  perlakuan pemerintah terhadap kelima agama ini sama.  Termasuk kepada umat muslim.  Baik umat muslim yang ada di Tiongkok secara keseluruhan maupun umat Muslim yang ada di Uighur.  Buktinya di sana (baca Xinjiang), di mana tempat suku Uighur berada,  terdapat 28.000 masjid dan 30.000 lebih imam shalat.  Bahkan di Xinjiang ini,  pemerintah ikut serta mendukung berdirinya islamic college.  Jadi kehidupan beragama umat muslim disana bagus saja", tuturnya saat menjelaskan kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah.

Celah Pak Jonan


_*Sungguh luar biasa Pak Jonan*_

Indonesia sedang bergembira ria atas pelunasan divestasi 51,23% saham PT Freeport Indonesia. Indonesia sedang merayakan penguasaan lebih besar atas saham tambang emas terbesar di dunia itu. Walau pun – karena dinamika dan pilihan politik – banyak yang tidak ikut bergembira bersama warga negara yang waras. Ada kritik pedas dari Fadli Zon, Fahri Hamzah, Rachel, dan lain-lain dari kubu Prabowo dan SBY. Tetapi tidak demikian dengan Dahlan Iskan, mantan Menteri ESDM era SBY.
Demikian petikan analisa dan pujian Dahlan Iskan terhadap pemerintah, Jonan, dan kementerian lainnya.

"Celah itulah.
Tidak ada yang bisa melihatnya. Selama ini. Tidak juga saya. Hanya orang seperti Jonan yang berhasil mengintipnya. Yang justru menteri ESDM yang tidak ahli tambang itu.
Lewat celah itulah negosiasi bisa mendapat jalannya. Didukung oleh kedipan-kedipan mata. Dari dua wanita kita: Menteri Keuangan Sri Mulyani. Lewat celah perpajakan. Dan Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya. Lewat kerusakan alam.
Sudah sejak kapan pun. Kita ingin Freeport dikuasai bangsa. Tapi selalu tersandung batu: perjanjian yang tidak bisa dilanggar begitu saja.
Kalau pun selama ini salah: itu karena tidak ada yang bermata sejeli Jonan. Dalam melihat celah tersembunyi itu.
Mungkin saja pandangan mata itu seperti hati. Bisa memandang jauh. Kalau kondisinya bersih. Bersih mata. Bersih hati. Bersih kepentingan.
Dalam proses Freeport ini memang luar biasa. Menteri ESDM-nya, Jonan, bukan ahli tambang. Ia justru orang keuangan. (Dahlan Iskan, JPNN)

Dahlan memuji kejelian Jonan melihat celah untuk menguasai Freeport yang dia sendiri tidak mampu melihatnya. Ini adalah pengakuan yang jujur menurut pengamatan saya. Memang cukup mengherankan bahwa Jonan, yang latar belakangnya bukan pertambangan, justru mampu melihat celah itu.
Yang lebih menarik Dahlan mengungkapkan bahwa hanya mereka yang mata, hati, dan kepentingannya bersih mampu melihat celah itu dan memanfaatkannya semaksimal mungkin. Ini mengindikasikan bahwa pada zamannya selain tidak sanggup melihat celah juga tidak bersih dari kepentingan. Sebab sudah sejak lama Indonesia ingin menguasai Freeport tetapi terpenjara perjanjian yang tak bisa dilanggar begitu saja.
Pengakuan Dahlan Iskan ini juga dengan tegas membantah tuduhan-tuduhan tak berdasar dari kelompok oposisi yang tetap menyalahkan pemerintah. Mereka malah menganggap penguasaan 51,23 % saham Freeport sebagai keputusan sontoloyo dan lain sebagainya tanpa mampu mengapresiasi sedikit pun.
Dahlan juga menyatakan bahwa selama ini Indonesia salah berhadapan dengan Freeport. Pejabat Indonesia tidak mampu mencari celah atau lebih tepat kalau dikatakan tidak mau bekerja lebih keras lagi. Mungkin karena mereka tidak bersungguh-sungguh. Ya itu tadi, tidak bersih dari kepentingan-kepentingan.
Perjanjian Indonesia dengan Freeport juga merugikan Indonesia. Indonesia tidak bisa berbuat apa-apa berhadapan dengan Freeport selama ini. Bahkan perjanjian yang ditandatangani SBY hanya beberap waktu sebelum masa pemerintahannya berakhir ikut serta menyulitkan pemerintahan Jokowi berhadapan dengan Freeport. Tetapi ya sudahlah, mungkin begitulah dulu keadaannya.
Yang aneh sebenarnya, Dahlan tidak menyebut sekali pun nama Sudirman Said yang menjabat sebagai Menteri ESDM sebelum Jonan. Ini cukup unik. Dia menyebut mulai dari SBY sampai direktur Inalum, tetapi tidak menyebutkan peranan Sudirman Said. Apakah karena memang Sudirman tidak punya andil apa-apa atau karena lupa, hanya Dahlanlah yang tahu.
Tentu juga memang harus diakui bahwa bukan hanya Jonan, melainkan kekompakan jajaran Jokowi secara bahu-membahu mampu melanggengkan rencana divestasi 51,23% saham Freeport. PT Inalum juga memiliki peran sangat penting yang dibawahi kementerian BUMN dengan kordinasi dengan kementerian keuangan dan kementerian lingkungan hidup. Jadi ada empat kementerian ambil bagian dalam pencapaian ini yaitu, ESDM, Keuangan, BUMN, dan Lingkungan hidup tanpa menafikan dukungan dari berbagai lembaga dan termasuk rakyat Indonesia bagian bumi bulat.
Terakhir harus diakui bahwa kepemimpinan Jokowi memang telah mengubah mental para menterinya. Tanpa pemimpin yang punya leadership yang baik mustahil bawahan akan mengikuti instruksi secara baik. Hasilnya pun akan mengecewakan.
Oh iya, kenapa nama Prabowo tidak disebut? Karena Prabowo hanya orang yang bermimpi berkuasa tapi tidak punya anu…..

First Ever Bank In The UAE & Middle East Receives A Bail Out

First Ever Bank In The UAE & Middle East Receives A Bail Out

Wednesday 19 December 2018

On a quiet Friday evening when everyone in the Middle East is enjoying their weekend the first ever UAE bank reached the point of a collapse.

Invest Bank of Sharjah had reached a critical point of collapse with lack of liquidity, capital, profits and massive loan losses to reat estate sector in Duabi and bailed out surreptitiously on a Friday afternoon today, 14 Dec 2018!

Hundreds of bankers will be fired as the clean up begins and expect more bank mergers over the next several months.

Since Sharjah Govt is taking a majority stake hence, previous public shareholders (65%) will get wiped out and current top Emirati shareholders like Al Mazroei and Al Hosani and two privately held companies will lose their power and tons of money.

More billionaires just lost a lot of money in the UAE!

The banking mergers that have occurred recently in the Middle East are not a sign of strength or consolidation. 
These mergers are happening under secrecy with an intention to hide the rapidly rising losses along with lack of liquidity which is what makes the Middle Eastern banks more scary than anywhere else in the world because we simply do not know how bad the problems are.

This is just the beginning of a massacre in banking in the Middle East since there is absolutely no liquidity in the markets and below you will see how many businesses have collapsed just in the last few weeks and won't be paying back anything to these banks.

Such losses have been occurring since 2015 and the damage is so severe that multiple banking mergers are happening and now the first ever bank bail out has happened. More are yet to come. 

There are two banks with shareholdings by Qatar one of which is United Arab Bank with whom Invest Bank was expected to have a merger since the past two years.

However, due to the ban and crisis with Qatar the merger cannot happen any more.

Which is what accelerated the crisis and this external catalyst led to the first ever Middle Eastern banking bail out today.

Government of Sharjah to acquire stake in struggling Invest Bank   

Meanwhile, several major super markets have collapsed in Dubai. 

News about one has showed up in the media few days back, since it cannot be shoved under the carpet.

Over 20 supermarkets of Al Manama supermarkets have shut while the owners have fled the UAE after forty years, owning millions of dollars to distributors and employees.

Estimated losses are rumored to be around five hundred million Dirhams.

Hearing rumors for the following supermarkets, owners have fled, checks bounced multiple locations shut with hundreds of millions in losses especially for banks and dozens of major suppliers and hundreds of small suppliers and all the landlords: 

KM Trading
Al Fathima Supermarkets
Al Madina Supermarkets
Al Ahli Supermarkets
Few of their outlets have taken over by another retailer. 

Another iconic and long term retailer that has been present in Dubai for at least forty plus years, Sheeba Electronics in Meena Bazaar shall close in six months.

Landmark Group has fired two dozen managers last week and is suffering losses in retail stores while they have been shutting their restaurants such as Mango Tree, Rivington Grill, Carluccio's etc.

 *Sobha Group didn't pay salaries two months ago due to which more than two hundred employees ransacked their offices.* 

At least one more Spinneys supermarket (besides the twenty year old Bur Dubai one) shut on Damascus St, Sharjah

Several shops have shut in Yas Mall, Abu Dhabi and across all malls in UAE.

Major three storey department store of Chalhoub in City Walk (opened less than two years ago) will close in two months and fire about two hundred employees.

Bayer Pharma in Dubai has fired 80% of all their managers.

Real estate and all asset prices are strongly correcting, as are the stock markets. Dubai stock market has been the worst in the world for the last five years and has dropped over 50%.

In such a rapid downward spiral scenario where banks, schools, supermarkets, airlines, retailers etc are shutting down on a weekly basis and top paying jobs in banks, pharma companies, real estate developers, largest billionaire owned retailers etc are being culled in the thousands on a monthly basis, there is no way any businessed or employees can survive for long in such dramatic economic conditions.

We are also expecting lot of turmoil between USA and Saudi/UAE Jan 2019 onward.

Question is: Will a major Middle East real estate developer collapse next, or will it be another airline or will it be a bank?

There is a race going on between major corporations on who will collapse first in the Middle East.

Let's see who is next!

Monday, 17 December 2018

Freeport

Viralkan teman-teman 

SABTU, 3 Maret 1973. Sejarah mencatat Presiden Soeharto meresmikan tambang tembaga milik Freeport Sulphur, (sebuah perusahaan tambang terkemuka asal Amerika Serikat) sekaligus meresmikan berdirinya kota Tembagapura. Saat memberikan pidato sambutan, Soeharto begitu sumringah.

Bagi Soeharto, gelontoran uang yang diinvestasikan Freeport ke bumi Papua merupakan bentuk kepercayaan kepada Indonesia untuk membangun masa depan. Kepercayaan itu juga telah mendorong penanam-penanam modal asing lain untuk datang ke Indonesia. Selain itu, Soeharto juga menyatakan kepercayaannya bahwa kegiatan pertambangan akan membantu memajukan masyarakat lokal disitu.

Tapi taukah anda?
Semua Itu adalah Petaka bagi Rakyat Papua

Pegunungan Erstberg tak hanya menyimpan tembaga. Salah satu gunung bernama Grasberg juga mengandung cadangan emas yang melimpah. Grasberg disebut-sebut sebagai tambang emas terbesar di dunia. Lewat kontrak karya berdasarkan UU Penanaman Modal Asing (PMA) yang diizinkan pemerintah Soeharto, Freeport memiliki hak istimewa untuk merambahnya.

Kehadiran Freeport langsung mengancam penduduk asli dari suku Amungme yang berdiam di dataran tinggi sekitar proyek tambang. Suku Amungme sangat terikat dengan tanah leluhur. Bagi mereka, Gunung Grasberg dianggap suci. Puncak Grasberg dikiaskan sebagai kepala ibu. Orang Amungme sangat menghormati kawasan keramat itu.

Terjadi konflik, Amerika pun tak peduli. Bersama Soeharto, mereka membantai anak Indonesia di Papua, yang saat itu menentang mereka, Kebun dan rumah-rumah dihancurkan, sejumlah orang dibantai. Pemerintah mengumumkan jumlah orang yang meninggal di Tembagapura sebanyak 900 orang. Para saksi lapangan memperkirakan dua kali lipatnya

Berapa keuntungan Soeharto? Dan berapa keuntungan Amerika?

Selama 14 tahun pertama beroperasi Freeport meraup keuntungan sebesar 14,9 milyar dolar AS. Sedangkan penerimaan negara dari pajak dan royalti berjumlah 5,4 milyar dolar AS. Sejak 1980, Presiden Soeharto menerima upeti setiap tahunnya sebesar 5 sampai 7 juta dolar AS tiap tahun.

Freeport telah menyerahkan uang kepada Yayasan Dana Sejahtera yang didirikan oleh Soeharto sebesar 20,3 juta dolar AS berdasarkan Kepres No. 92/1996.

Pada 1996, sekira 2000 personel dari kesatuan Kopassus dan Kostrad dikerahkan langsung di bawah perintah Presiden Soeharto demi menjaga Freeport. Untuk itu, Freeport memberikan lagi dana kepada Soeharto sebesar 40 juta dolar AS. Freeport mau melakukan itu agar situasi di Papua stabil dan mereka dapat mengeduk emas lebih banyak lagi demi target mendapatkan superprofit.

Sebaliknya, bagi Soeharto, Freeport adalah pendulang uang yang harus diamankan dari apapun."Jika orang Papua mengganggu atau menuntut Freeport, aparat akan melakukan tindakan,"

Saya jadi paham, mengapa Jokowi ketika turun kepapua, orang papua-pun berkata, Kalau Presiden mau ke papua, itu anggap saja tuhan mau turun, hanya Jokowi yang berani ke papua. Sebelumnya saya tidak mengerti, mengapa demikian? Terjawab sudah sebabnya, karena catatan hitam Soeharto terhadap Papua begitu kelam, begitu juga dengan mantan militer lainnya yang semua punya sejarah yang sama! Menyedihkan sekali.

Alhamdulilah, kini negara kita, tanpa adanya pungli (pungutan liar) lagi yang dilakukan oleh Presiden Luar Biasa yang begitu jahatnya itu, rakyat papua berhak merdeka. Karena Indonesia kini benar-benar memerhatikan mereka.

Freeport untuk Indonesia

Satu lagi janji dan visi Presiden Jokowi terwujud, atas kerja keras Tim INALUM, didukung kerja sama yang kompak dari Kementerian ESDM, Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan dan dorongan semua masyarakat Indonesia! 🇮🇩

Kita saksikan bersama finalisasi Divestasi Saham Freeport di mana akhirnya Pemerintah Indonesia, lewat INALUM akan memiliki saham mayoritas di PT Freeport Indonesia sejumlah 51% setelah selama ini kita hanya memiliki PTFI sebesar 9%.

Sejak Kontrak Karya I di tahun 1967, melewati berbagai kasus dan isu serta 6 presiden, baru sekarang di tahun ke 51 Freeport kembali ke pangkuan ibu pertiwi sehingga manfaat dari sumber daya alam mineral ini bisa benar2 menjadi berkah bagi masyarakat lokasi di Papua dan seluruh bangsa Indonesia.

Karena Jokowi yang benar-benar cinta terhadap rakyatnya, tanpa memikirkan pamrih ataupun timbal balik, dimana ia punya kesempatan saat ini untuk berbakti pada negara, ia lawan semua mafia-mafia brengsek itu, yang sekarang, karena Jokowi terlalu berani, mafia-mafia itupun makin kepanasan dengan ulah Jokowi, Rokan sudah diambil alih, kini Freeport sudah jelas milik anak negeri.

Nikmat mana lagi yang mau rakyat dustakan? Sebarkan artikel ini agar semua tau sejarah Indonesia.

Sunday, 9 December 2018

TKR Chungking, Para Pejuang Etnis Tionghoa yang terlupakan di Pertempuran 10 November 1945 Surabaya

Mengenang dan Hormat atas jasa para Pahlawan Bangsa :

TKR Chungking, Para Pejuang Etnis Tionghoa yang terlupakan di Pertempuran 10 November 1945 Surabaya

Diskriminasi terhadap orang-orang Tionghoa di Indonesia bukanlah hal baru. 
Mulai dari zaman Belanda dulu sampai pemerintahan Soeharto, etnis Tionghoa di sini mengalami banyak perlakuan tidak menyenangkan. 
Bahkan di masa Belanda dulu, mereka pernah diperlakukan seperti binatang yang dibantai sedemikian rupa hanya gara-gara menguasai ekonomi pasar. 
Yang miris lagi, kesan buruk tentang etnis Tionghoa sedikit banyak juga rupanya masih bertahan sampai hari ini.
Tentu sikap buruk terhadap orang-orang Tionghoa ini tidak bisa dibenarkan. 
Apalagi kalau kita melihat fakta sejarah di mana ternyata etnis Tionghoa pernah berdarah-darah demi Indonesia. 
Salah satu buktinya adalah peristiwa 10 November 1945, di mana etnis Tionghoa juga ikut menyerang sekutu lewat pasukan mereka yang bernama TKR Chungking.
Tanpa banyak yang tahu, pasukan ini ternyata begitu besar perannya di pertempuran dahsyat tersebut. Seumpama mereka tidak ada ketika itu, mungkin saja Indonesia takkan bisa memberikan perlawanan yang begitu menohok kepada musuh. 
Lebih dalam soal TKR Chungking, berikut adalah fakta-fakta tentang pasukan etnis Tionghoa tersebut.
Marah Saat Indonesia Diganggu, Masyarakat Tionghoa Bentuk TKR-Chungking
Kemerdekaan di bulan Agustus 1945 ternyata tidak hanya menjadi sesuatu yang sangat di nanti orang pribumi, tapi juga masyarakat Tionghoa. Alasannya tak lain karena mereka juga mengalami hal-hal buruk selama masa penjajahan. Alhasil, kemerdekaan pun jadi hal yang ditunggu.
Lantaran kemerdekaan ini begitu susah didapat, maka tentu saja masyarakat Tionghoa tidak rela kalau Indonesia kembali terjajah. Kemudian atas dasar inisiatif dan rasa cinta tanah air, mereka membentuk pasukan bernama Chungking. 
Pasukan ini tercatat sangat aktif melawan Sekutu dan Belanda di pertempuran Surabaya.
Kemampuan Hebat TKR Chungking
TKR Chungking terkesan dibentuk dadakan, tapi TKR Chungking sama sekali bukan pasukan ecek-ecek. 
Mereka ini punya kemampuan hebat yang sering kali bikin Sekutu dan NICA kocar-kacir. Hal tersebut tertuang dalam sebuah buku berjudul Tionghoa Dalam Sejarah Kemiliteran: Sejak Nusantara Sampai Indonesia yang ditulis oleh Iwan Sentosa.
Tidak hanya punya kemampuan militer yang cukup mumpuni, TKR Chungking juga didukung oleh persenjataan bagus. 
Misalnya senapan Karaben 98-K, serta amor helm bernama Fritz yang diketahui berasal dari Jerman. Tidak hanya kemampuan dan persenjataan, di atas itu, ada kekuatan lain yang bikin TKR Chungking trengginas. 
Hal tersebut tak lain adalah semangat rela mati demi Indonesia yang juga tumpah darah mereka.
Tergabung dalam Medis dan Laskar Berani Mati
Tidak hanya tergabung di front-front depan, TKR Chungking juga tersebar di bagian penting lainnya seperti medis. 
Diketahui ketika itu merekalah yang menginisiasi berdirinya beberapa pos-pos pengobatan saat perang 10 November. Sayangnya, beberapa dihancurkan oleh sekutu, beserta para penghuninya.
Selain medis, tercatat juga TKR Chungking tergabung bersama para pejuang dalam laskar berani mati. Ketika itu tugas mereka adalah menyerbu benteng Sekutu yang diperkuat oleh Gurkha. Sedikit informasi, pasukan Gurkha di masa itu sangat ditakuti dunia, tapi orang-orang TKR Chungking seolah tidak peduli dan dan tanpa ragu menerjangnya.

Memerangi Kaum Sendiri Demi Indonesia

Memang ketika terjadi pergolakan 10 November itu, tidak semua orang Tionghoa ikut berjuang. Beberapa malah menjadi mata-mata Belanda. Uniknya, ketika ini terjadi, TKR Chungking turun sendiri untuk menyelesaikannya. Mereka ketika itu mengadakan semacam pembersihan terhadap kaumnya yang membelot membela Belanda dan anteknya.
TKR Chungking yang ketika itu dipimpin oleh Tse An Hui, boleh dibilang berhasil membersihkan kaum Tionghoa dari para pengkhianat-pengkhianat. 
Hal ini jadi bukti lain jika TKR Chungking lebih mencintai kedaulatan Indonesia daripada sukunya sendiri. Sayangnya, cerita ini tidak banyak di ketahui orang.
Seribu Tionghoa Tewas dalam Perang 10 November 1945
Tragedi 10 November ini bisa dibilang sebagai salah satu perang terbesar pasca kemerdekaan. Hal ini dibuktikan dengan begitu banyak korban yang jatuh di pihak kita. Perkiraannya, sekitar 6 ribu – 16 ribu tentara kita tewas, termasuk juga anggota TKR Chungking.
Untuk TKR Chungking sendiri, diperkirakan sebanyak 1000 anggotanya meninggal dalam peristiwa penting ini. 
Tidak terbatas Chungking saja, banyak juga penduduk Etnis Tionghoa biasa yang tewas dalam pertempuran tersebut. 
Ini adalah pengorbanan besar dari mereka yang harus diketahui oleh semua orang Indonesia sebagai bukti kecintaan terhadap bangsa ini.
Adalah hal yang lucu sekali kalau ada yang bilang etnis Tionghoa tidak nasionalis. 
Padahal, mereka juga pernah berjuang demi Indonesia, termasuk memerangi kaumnya sendiri demi bangsa ini. 
Cerita ini layak untuk diangkat sebagai bukti jika orang-orang Tionghoa Indonesia pun berdarah merah putih.


Selamat Hari Pahlawan
Jangan lelah, jangan berhenti mencintai Indonesia. 🇮🇩🇮🇩🇮🇩

Saturday, 20 October 2018

Skak Mat Menteri Susi untuk Sandi

*BACK FIRE Melulu*

_*Lama lama KO Sendiri*_
=================
*SKAT MAT SUSI UNTUK SANDI*

Mixil Mina Munir

*Bulan Oktober belum habis, namun pasangan Prabowo-sandi mengeluarkan pernyataan yang sama-sama merugikan dirinya. Peluru sudah ditembakkan, tapi justru mengarah ke dada mereka sendiri. Duh gusti...*

Setelah aduan Ratna terkait penganiayaan dirinya, Prabowo tanpa konfirmasi ke siapapun langsung mengumpulkan tim sukses, mereka segera merapat ke Kertanegara untuk melakukan konferensi pers. 

Dunia maya dipenuhi hujatan dan umpatan pendukungnya terhadap Jokowi dan tim sebagai pelakunya. Issue digoreng sampai hangus, Opini digiring dan diarahkan kepada pemerintah, *Dokter Hanum Rais sesenggukan memainkan peran sedihnya, Fadli Zon dengan muka geram terus membela.*

Malam itu juga polisi bertindak cepat, fajar belum muncul namun polisi telah merelease hasilnya. *Pagi itu juga Indonesia gempar, ternyata Ratna berbohong, membohongi Prabowo dan pendukungnya.* Segera saja, Prabowo dan pendukungnya meminta maaf, dan memecat Ratna Sarumpaet dari tim pemenangannya.

Pelajaran dari kasus ratna, seharusnya Prabowo harus konfirmasi fakta, mengumpulkan data terlebih dahulu, cek and ricek, minta pertimbangan orang yang ahli dibidangnya. 

Seminggu setelah kejadian itu, Sandiaga Uno, cawapresnya Prabowo membuat pernyataan yang sama. *Asal menyerang pemerintah mungkin sudah menjadi motto mereka dan timnya.*

Di Indramayu pada 10 Oktober 2018 *Sandiaga Uno kampanye di kampung nelayan. Tanpa cek dan ricek, tanpa baca undang-undang, tanpa pertimbangan ahli perikanan, tanpa melihat kenyataan di lapangan, Sandi melempar janji bahwa dia akan mempermudah perijinan kapal penangkap ikan.*

*Sontak saja, akibat grasa-grusunya Sandi, Susi geram, menteri KKP langsung minta Sandi agar tidak malas baca undang-undang. Menteri Susi menerangkan, sejak 7 November 2014, kementeriannya sudah membebaskan seluruh nelayan dengan kapal di bawah 10 GT untuk menangkap ikan. Kapal yang wajib berizin adalah mereka yang berkapasitas di atas 10 GT. Adapun untuk di atas 30 GT mengurus izin ke pusat.*

"Jadi, jangan asal ngomong dulu. Belajar dan baca dulu Undang-Undang Perikanan, baru komentar. *Saya tidak suka sektor riil seperti ini dibawa ke ranah politik. Saya marah dan ini sudah diingatkan. Mestinya politikus itu kalau mau buat komentar harus banyak riset dulu," kata Susi.*

Pelajaran dari Ratna dan Susi untuk Prabowo-Sandi: *Kalau dapat informasi segera konfirmasi, kumpulkan data dan fakta, cek and ricek, minta pertimbangan tim ahli, belajar yang rajin dan jangan malas baca.*

catatan: *tulisan ini dibuat untuk mencegah merebaknya hoax*
#IndonesiaMaju

Thursday, 27 September 2018

JOHN LIE

LIE 
Namanya John Lie, Lengkapnya: John Lie Tjeng Tjoan, anak kedua dari delapan bersaudara, pasangan Lie Kae Tae dan Oei Tseng Nie. 
Ayah John adalah pengusaha pengangkutan berbagai barang dagangan yang terkenal di Manado, Sulawesi Utara, semasa negara ini belum merdeka.

Sebagai anak laki-laki, John tak tertarik pada bisnis transportasi. Ia lebih senang pada kapal, pelayaran dan laut yang penuh tantangan. Tak heran, bila bocah kelahiran Manado, 11 Maret 1911, ini senang betul tatkala iring-iringan kapal perang gugus tugas AL Belanda sandar di pelabuhan Manado untuk istirahat. Lie ingin melihat lebih dekat kapal-kapal hebat ini.

Darahnya menggelora. Padahal ia baru 10 tahun. Terkagum-kagum ia melihat turet meriam, anjungan kapal yang gagah dan seragam AL yang putih mengkilat. 

Usia 17 hasratnya untuk mengenal laut tak bisa lagi terbendung. Dengan uang tabungan,  John nekad kabur menuju Jakarta. Tak memiliki sanak saudara, di Tanjung Priok ia luntang-lantung. Demi menyambung hidup ia bekerja sebagai kuli angkut barang, sambil ikut kursus pelatihan soal navigasi kapal.

Lie sempat jadi pesuruh di sebuah kapal jasa paket milik Belanda, sebelum akhirnya masuk sebagai pelaut di Kapal Motor Tosari yang melayani pelayaran ke luar negeri. 
Perang Dunia Kedua pecah dan KM. Tosari dijadikan kapal perbekalan bagi tentara sekutu. Di kapal inilah Lie diajari dasar-dasar militer, agar bisa membela diri. Termasuk teknik-teknik menghindar dari pengejaran, yang kelak sangat berguna bagi tugasnya.

Sesampainya di tanah air, Mei 1946, Lie langsung mengabdikan diri pada Angkatan Laut Republik Indonesia, yang waktu itu masih bernama BKR LAUT (Badan Keamanan Rakyat) dan bertemu dengan pimpinannya, Laksamana Mas Pardi di markas besarnya di Jogjakarta.

Sebentar. Markas Angkatan Laut di Jogjakarta? Jauh dari pantai? 
Begitulah faktanya, AL kita pernah bermarkas di kota yang jauh dari laut! Tal ada pelabuhan di Jogjakarta. Sebagian besar kapal-kapal kita sudah dihancurkan Belanda! Masa-masa yang sungguh kelam dan membuat pilu hati. Markas AL pun mengungsi!

Mas Pardi, langsung terkesan dengan pengalaman Lie dalam dunia pelayaran hingga manca negara.
"Kita kurang personil. Kamu mau pangkat apa? Mayor?" tanya Bapak Angkatan Laut Republik Indonesia itu.
Lie langsung menjawab: "Saya kemari tidak mencari pangkat. Saya hanya ingin mengabdi"
Akhirnya, Lie mendapat pangkat kelasi III dan di tempatkan di Cilacap, sebuah kota pelabuhan di Jawa Tengah bagian selatan.

Lalu, tantangan baru pun muncul. Sebuah kapal dagang besar berbendera Singapura penuh muatan karet sebanyak 800 ton milik negara, hendak diselundupkan ke Singapura dan hendak dijual di sana.
Kapten kapalnya takut. Ia tahu, di tengah jalan pasti akan dicegat kapal perang Balanda. Dengan kapal penuh muatan begitu, lajunya jadi lambat, sulit untuk lari menghindar.
Lie mengambil tantangan itu, menggantikan sang kapten. Dan mulai berlayar keluar Cilacap. Memasuki selat  Sunda, semua lampu penerang (navigasi) ia matikan dan melaju lurus menuju Kota Singa. Lie sukses mengantarkan muatan!

Dari sanalah peran 'penyelundup bagi Negara' bermula. Ia biasa membawa barang dagangan milik saudagar besar dari Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau dan selalu sukses dijual ke Singapura, Malaysia atau Thailand. Para pedagang ini pun tak sungkan menyisihkan sebagian keuntungan bagi Republik yang masih belia.

1947 ketika negara berhasil membeli 10 kapal cepat, Lie pun mendapat salah satu diantaranya. Ia memberi nama kapalnya "Outlaw" bisa diartikan sebagai: berandalan, bengal, badung atau tak tahu aturan.
Dan dari perjuangan Lie kemudian kita tahu: semua sepak terjangnya tidak ada dalam aturan baku!

Tugasnya mentereng: menyelundupkan barang dagangan ke negara asing, menjualnya, dan uangnya lalu dipakai buat membeli aneka macam senjata: pistol, senapan mesin, amunisi, peluru, granat hingga mortir. 
Lie 'belanja'  di pasar gelap, lalu menyelundupkannya masuk ke negara ini setelah lebih dahulu selalu berhasil mengelabuhi cegatan AL Belanda, Inggris dan Amerika.
Senjata-senjata inilah yang kemudian disalurkan ke berbagai daerah perjuangan di seluruh Indonesia guna melawan Belanda! 

Tak heran bila senjata milik pejuang kita -dahulu- bisa beraneka macam bak permen nano-nano. Sebagian hasil merebut dari musuh dan sebagian besar adalah hasil selundupan. Ada Sten buatan Inggris, Luger pistol Jerman, Browning Amerika, senapan mesin Sovyet. Pendeknya ada uang, ada barang!

Lie bukan penyelundup biasa. Ia 'sakti'. "Berandal " ini diberi kebebasan luar biasa untuk bergerak. Jangan kaget ia dibekali surat tugas -menyelundup-langsung dari Kolonel Abdul Haris (AH) Nasution, selaku wakil Panglima TKR (Tentara Kemanan Rakyat) atau orang kedua setelah Panglima Besar Soedirman!
Selain itu pelaut ini juga mengantongi 'surat 'pengantar' dari semua tetua/ tokoh suku di Sumatera Utara dan Aceh agar ia tidak diganggu!

Lie disukai semua kalangan. Bagaimana tidak? Saudagar menyayangi dia, sebab dagangannya laku dengan baik di luar negeri. Penerima barang di Singapura dan Malaysia juga suka, karena Lie selalu membawa barang terbaik. 
Pedagang senjata, apalagi. Matanya yang sipit, karena ia memang keturunan cina, memudahkan Lie masuk ke berbagai kalangan dunia hitam penjual senjata. 
Ia yang juga seorang Nasrani yang taat, yang juga diterima di kalangan saudagar berkulit putih. Sempurna sekali.

Buat TNI? Besar jasanya. Sebagian besar senjata untuk perjuangan, yang dimiliki TNI,  salah satunya berkat pengabdian dan perjuangan Lie dalam menyelundupkan senjata.

Lie terkenal. Ia diburu oleh AL Belanda, AL Inggris dan Amerika, tapi Outlaw selalu bergerak  dengan senyap. Menghilang ditelan gelapnya malam. Ia hapal semua dangkal dalamnya perairan. Kapan pasang dan surutnya laut. Pintu masuk jalan tikus semua pelabuhan di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Singapura, Malaysia bahkan hingga ke Thailand! Berlayar dalam gelap, tanpa lampu penerang (navigasi), sudah biasa baginya.

Orang-orang di Selat Malaka sampai menjulukinya sebagai 'Hantu Malaka' dan wartawan BBC yang pernah ikut memburunya menyebut kapal Outlaw dan kaptennya, John Lie, sebagai "the black speed boat". 
Di Phuket, Thailand, Roy Rowan wartawan majalah Life terbitan Amerika, membuntuti sepak terjangnya dan memuat dalam tulisan dan foto menawan sepanjang 4 halaman penuh. Roy kagum pada dedikasi Lie, yang membawa begitu banyak uang kontan tetapi tetap terpakai sebagaimana mestinya, belanja senjata!

Perjuangan tak selamanya lancar.
Ketika Lie hendak keluar dari Labuan Bilik, sebuah pelabuhan di Malaysia, tiba-tiba sebuah pesawat Belanda terbang rendah, melintas tepat di samping kapal seperti hendak memeriksa, lalu di ujung sana tiba-tiba pesawat mendaki dengan cepat. Pilotnya seperti disadarkan, bawah kapal cepat di bawah sana adalah kapal penyelundup yang selama ini dicari. Ia harus segera bertindak.

Persawat mendadak berbalik dan menukik tajam. Ia siap menyerang! Lie sudah pasrah, tutup mata dan berdoa. Ia terpergok siang hari, di laut terbuka, tak ada pelindung apapun. Pesawat menukik cepat. Tepat disaat picu senjata hendak ditekan penembak, sang pilot iba-tiba membanting kemudi ke kanan lalu pergi.
Belakangan diketahui, bahan bakar pesawat sangat menipis, diperkirakan tak bisa terbang hingga pangkalan bila ia harus menembaki kapal. Outlaw selamat.

Di Selat Malaka ia hampir mati, ketika kapal cepat Belanda mencegatnya dan  langsung memberondong dengan peluru Bofors sebesar senter. Lie segera melaju cepat , tetapi peluru terus mengejarnya. 
Rasanya, keberuntungannya akan habis disini. Otlaw berlari zig-zag dan senapan mesin kapal dibelakang terus menyalak. Tak ada pilihan lain, ia memerintahkan anak buahnya berdoa. Kapal kalah cepat karena penuh senjata dan mesiu. Rasanya, tinggal menunggu ajal. Satu peluru saja masuk lambung kapal, tamat.
Tiba-tiba, entah mengapa, hujan turun dengan deras, laut pun mendadak bergelombang tinggi dan kabut turun. Ini kesempatan baik. Lie berbelok tajam dan segera menghilang!

30 September 1949, Lie mendapat tugas baru, mengisi sebagai perwira di Pos Hubungan Luar Negeri di Bangkok. Ia tugas di darat. Ironisnya kapal Outlaw yang pindah tangan ke Kapten Kusno tertangkap Belanda tepat di hari pertamanya berlayar!
Kisah heroik Outlaw pun berakhir.

Ketika perang dengan Belanda usai, dan banyak pemberontakan terjadi di berbagai daerah, John Lie kembali bertugas di laut. Ia membawa kapal pengangkut milik TNI-AL dan melayani mengangkutan logistik dan pasukan yang bertugas memadamkan pemberontakan RMS yang bermarkas di kota Ambon, Maluku.

Desember 1966 John Lie mengakhiri karirnya di Angkatan Laut dengan pangkat terakhir Laksamana Muda (bintang dua - setara Mayor Jendral pada Angkatan Darat). 
Jendral Besar AH. Nasution memberi kesaksian, "jasa John Lie tiada tara besarnya bagi AL, karena ia adalah Panglima Armada AL di saat negara sedang dalam keadaan genting menghadapi pemberontakan di berbagai daerah, seperti pemberontakan RMS di Maluku, PRRI/ Permesta di Sumatera Barat, Makassar dan Sulawesi Utara"

Lie terpaksa mengganti namanya menjadi Jahja Daniel Dharma karena rezim orde baru yang tidak menyukai nama-nama berbau asing. 
Totalitasnya dalam mengabdi membuat ia terlambat untuk menikah. Ia menyunting Pdt. Margaretha Dharma Angkuw, diusianya yang ke 45 tahun!

Pasangan Lie dan Margaretha mengisi hari-harinya dengan mengurus dan menyantuni ratusan anak yatim piatu, orang-orang terlantar di jalanan, pemulung, tukang becak dan kaum papa lainnya. Harta dan uang pensiuannya habis untuk membantu mereka. Rumahnya selalu penuh oleh mereka yang minta tolong.

Pasangan ini tidak dikaruniai keturunan hingga Lie wafat pada tanggal 27 Agustus 1988 karena stroke dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. 
Pada 10 November 1995, Lie memperoleh Bintang Mahaputra Utama dari Presiden Soeharto, dan Presiden SBY memberinya gelar: Pahlawan Nasional Pada 9 November 2009.
Nama Lie juga diabadikan menjadi nama kapal perang, KRI (Kapal Republik Indonesia)  John Lie, dengan nomor lambung 358, sebuah kapal perang jenis Korvet, kapal cepat, jenis yang cocok dengan karakter Lie saat dahulu membawa Outlaw!

Saat Lie wafat, rumahnya dipenuhi banyak tentara yang menjaga dengan penuh hormat dan Presiden Soeharto sendiri pun datang melawat, barulah ratusan pemulung, yatim piatu, tukang becak, gelandangan dan kaum papa lainnya tersadar: bahwa orang yang selama bertahun-tahun merawat mereka dengan harta benda milik pribadi, tanpa gembar-gembor, ternyata bukan orang sembarangan, ia seorang Pahlawan Negara!
Isak tangis warga tersisih tak tertahankan, ketika iring-iringan mobil Jenazah berangkat menuju makam, tempat Lie istirahat untuk terakhir kalinya.

Hari ini, 27 Agustus 2018, tepat di hari kepergianmu, Lie, saya pun mengenangmu, agar perjuanganmu tak sia-sia. Orang yang hebat. Yang rela berkorban apa saja demi tegaknya NKRI. 
Ketika kita -saudara sebangsa- berselisih karena SARA, saya sedih, ingat Lie.

Dari berbagai sumber,
(Gunawan Wibisono)
#pahlawannasional
#johnlie
#sejarahnasional
#kisahpahlawanku